Yudisium UNIIB Ke-XXXII, Rektor Tekankan Kesatuan Ilmu, Amal, dan Adab sebagai Marwah Ulul Ilmi

BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan Yudisium Program Magister (S2) Ke-III dan Sarjana (S1) Ke-XXXII Tahun 2026, Sabtu (31/10/2026), bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB. Kegiatan ini diikuti oleh 367 mahasiswa yang akan dikukuhkan dalam prosesi wisuda pada Sabtu (7/11/2026) mendatang.

Yudisium tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Ibrahimy (YASMY), seluruh dekan fakultas, ketua program studi, serta sejumlah dosen UNIIB. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya proses akademik para mahasiswa sekaligus awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

Dalam sambutan sekaligus penyampaian laporan akademik, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa capaian akademik tidak semestinya berhenti pada penguasaan pengetahuan maupun perolehan ijazah. Ilmu harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan disempurnakan dengan keluhuran adab.

“Ilmu tidak cukup dalam pikiran dan ijazah kita. Maka, harus juga diimbangi dengan penerapan. Dan kemudian disempurnakan dengan adab,” tegasnya.

Menurutnya, perpaduan antara ilmu, amal, dan adab merupakan fondasi yang membentuk marwah seorang pemilik ilmu. Ketiganya sekaligus merepresentasikan nilai Ulul Ilmi yang menjadi tagline Kampus Hijau UNIIB. Ia berharap para lulusan tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keislaman.

Pesan dan kesan lulusan disampaikan oleh Abdul Hamid, M.Pd., mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UNIIB. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan sesama lulusan agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih, sebab perjalanan menuntut ilmu dan pengabdian masih terbentang panjang.

“Janganlah cepat berpuas diri atas perjalanan sekarang, perjalanan kita masih panjang,” ungkapnya.

Ia juga mengutip sebuah maqalah bahwa validasi seseorang terletak pada ilmu dan kemanfaatan yang diperolehnya. Menutup pesannya, Abdul Hamid memohon keikhlasan para dosen untuk menghadiahkan Surat Al-Fatihah bagi seluruh lulusan, seraya berharap ilmu yang diperoleh membawa kelancaran dan keberkahan serta para dosen UNIIB senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang.

Sementara itu, Ketua YASMY, KH. Muwafiq Amir, BA., dalam sambutan dan arahannya berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Ilmu yang telah diperoleh harus menjadi bekal untuk menapaki masa depan yang lebih baik.

“Kami berpesan untuk tidak berhenti belajar, ilmu yang kalian peroleh itu adalah untuk bekal menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Orasi Ilmiah dan Taujihat oleh Dr. KH. M. Kholili, M.Pd.I. dari PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Dalam orasinya, pengajar kitab kuning dengan Bahasa Inggris ini mengajak para lulusan untuk senantiasa menjadikan akhirat sebagai orientasi utama dalam setiap ikhtiar, baik dalam menuntut ilmu maupun beramal. Baginya, ilmu dan amal bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan seorang muslim.

“Carilah apa pun itu! Baik berupa ilmu ataupun berupa amal yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Dua-duanya adalah satu kesatuan, satu keharusan yang harus dimiliki oleh umat Islam,” tuturnya.

Selain rangkaian sambutan, juga diumumkan mahasiswa-mahasiswa yang menjadi lulusan terbaik. Terdiri dari 16 mahasiswa, terbagi dalam dua nominasi, yakni 8 mahasiswa dengan nominasi skripsi terbaik dan 8 mahasiswa sebagai peraih nominasi IPK tertinggi. Keseluruhannya diambil satu dari masing-masing program studi.

UNIIB tidak hanya melepas para lulusan dengan capaian akademik, tetapi juga menitipkan tanggung jawab moral dan sosial untuk menghidupkan ilmu melalui amal serta menjaga adab dalam setiap pengabdian. Sebanyak 367 mahasiswa kini bersiap melangkah ke prosesi wisuda sebagai bagian dari perjalanan baru untuk menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Pewarta: SM

Kembali ke Atas