Wisuda XXXII, UNIIB Lahirkan Generasi Ulul Ilmi
BANYUWANGI – Tradisi akademik Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi kembali dilaksanakan. Rapat Terbuka Senat UNIIB dengan acara Wisuda Program Magister ke-III dan Sarjana ke-XXXII yang digelar di Ballroom eL Hotel Banyuwangi pada Sabtu (7/11/2026) pagi ini mengukuhkan sebanyak 368 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 7 Program Sarjana Strata Satu (S1) dan 1 Program Magister (S2), dengan rincian program studi: 53 Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), 133 S1 PAI, 53 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 25 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), 33 Hukum Keluarga Islam (HKI), 49 Ekonomi Syariah (ES), 10 Perbankan Syariah (PS), serta 12 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).
Dihadiri oleh ratusan wali wisudawan-wisudawati dan sejumlah tokoh penting, seperti Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, puluhan dosen dan stakeholder, memberikan kesan bahwa wisuda tidak sekadar seremonial tuntasnya studi semata. Sebagaimana dalam sambutan Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI. UNIIB sebagai PTKIS memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, tagline Kampus Hijau Kampus Ulul Ilmi bukan sekadar tulisan, melainkan integrasi nilai yang menjadi tujuan dari adanya perguruan tinggi.
“UNIIB melahirkan lulusan yang mampu mengintegrasikan antara ilmu, amal dan adab sebagai manifestasi generasi ulul ilmi. Kami yakin bahwa dengan ilmu kesuksesan akan dapar diraih, dengan amal manfaat akan kita tebar di tengah masyarakat, dan dengan adab, maka kemuliaan dan martabat akan kita raih,” tegasnya di depan para hadirin.
Ia juga berharap kepada segenap wisudawan dan wisudawati agar menjadi sosok yang memberikan manfaat dan maslahat kepada masyarakat.
“Oleh karenanya, saya berharap, para alumni UNIIB mampu tampil sebagai generasi intelektual muslim yang moderat, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan aktif menjaga persatuan dan kerukunan umat. Menghadirkan kesejukan dan pencerahan, bukan perpecahan kebingungan di tengah masyarakat. Serta menebarkan kemaslahatan, bukan kemadharatan,” tambahnya.

Sebagai bentuk menjunjung ilmu, UNIIB memberikan apresiasi bagi wisudawan-wisudawati dari masing-masing program studi. Terdiri dari dua nominasi, yakni lulusan dengan IPK tertinggi dan skripsi dan tesis terbaik. Adapun dalam tingkat universitas, lulusan terbaik dengan IPK tertinggi, yakni 3,97, diraih oleh Vina Nailil Afida, S.Pd. (lulusan S1 PAI). (*).
Pewarta: SM
