DEMA UNIIB Gelar Bedah Buku “Ke Mana Pesantren Membawamu”, Ajak Mahasiswa Berkaca Lebih Luas

BANYUWANGI – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar bedah buku berjudul Ke Mana Pesantren Membawamu: Refleksi Perjalanan Pesantren dalam Membentuk Karakter, Kepemimpinan, dan Pengabdian. Kegiatan yang merupakan program kerja DEMA ini berlangsung pada Senin (2/11/2026) bertempat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

Bedah buku menghadirkan Dr. Imam Malik Riduan selaku penulis sebagai narasumber utama. Dua reviewer turut hadir memberikan tanggapan, yakni Dr. Emy Hidayati, S.Pd., M.Si., dari bidang pendidikan Islam dan Moh. Himami Baydarus, M.Pd. dari bidang kepesantrenan. Hadir pula Wakil Rektor III, Dr. Kurniyatul Faizah, M.Pd., dan Kepala UPT Humas, Syamsul Arifin, M.Si.

Dalam tanggapannya, Dr. Emy Hidayati menilai bahwa untuk tetap eksis dan bertahan, pesantren tidak cukup bertumpu pada satu sisi saja. Menurutnya, pesantren perlu berjejaring dan berani bertransformasi secara kultural tanpa meninggalkan hakikat kepesantrenan.

Ia juga mengapresiasi penulis yang dinilai mampu menghidupkan dan mentradisikan nilai serta peradaban pesantren, lalu menerjemahkannya dengan penjabaran yang menarik. Namun, ia menyarankan agar penulis menambahkan pesan bahwa upaya menghidupkan nilai-nilai tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh penulis seorang, tetapi juga oleh semua kalangan.

Presiden Mahasiswa UNIIB, Moh. Iqbal Robbal ‘Adim, kerap disapa Iqbal dalam wawancaranya menjelaskan bahwa bedah buku ini merupakan program kerja DEMA-U yang bertujuan membuka wawasan santri terlebih lagi bagi mahasiswa UNIIB. Secara khusus, kegiatan ini ditujukan bagi santri yang kini menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswa, guna memperluas cakrawala berpikir dan memperdalam pemahaman mereka terhadap dinamika dunia yang lebih luas.

Karena itu, DEMA-U mengundang Dr. Imam Malik Riduan untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas. Menurut Iqbal, Penulis sebagai seorang santri tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran bahwa dunia santri sangat luas, namun selama ini belum banyak kita ketahui. Melalui kegiatan ini, kita dapat memahaminya secara lebih utuh,” ujarnya menyampaikan harapan.

Pewarta: Damayanti.

Kembali ke Atas