PSGA UNIIB SUMBANG PERAN DALAM PENUTUPAN GELIAT AIRLANGGA
BANYUWANGI – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi kembali menunjukkan komitmen pengabdiannya melalui keikutsertaan dalam kegiatan Penutupan Geliat Airlangga pada Jum’at (14/11/2025). Acara yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi ini merupakan rangkaian akhir dari Program Geliat Airlangga, sebuah inisiatif peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan konsep kolaborasi pentahelix dan integrasi berbasis continuum of care.
Program Geliat Airlangga, hasil kerja sama Universitas Airlangga dengan UNICEF periode 2024–2025, telah berhasil menjalankan berbagai program strategis, termasuk triple eliminasi, imunisasi, hingga pendampingan intensif bagi ibu hamil. Dalam fase penutupannya, PSGA UNIIB menjadi salah satu mitra pengabdian yang turut berperan dalam penguatan literasi kesehatan di berbagai desa dampingan.

Fitriatul Masyruroh, S.Psi., M.Psi., selaku Ketua PSGA UNIIB menegaskan bahwa pelibatan mahasiswa dalam program pendampingan ibu hamil memberikan dampak signifikan bagi pemetaan kelompok rentan.
“Konfigurasi mahasiswa dalam pendampingan intensif bagi ibu hamil sangat berdampak positif dan mampu memetakan kelompok rentan kematian pasca melahirkan. Dengan didampingi Ketua PSGA UNIIB, mahasiswa juga melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada kelompok posyandu yang ada di desa-desa,” ujarnya saat diwawancarai.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas pendampingan tersebut selaras dengan prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya dalam upaya memerangi pernikahan dini. “Pencegahan jauh lebih diutamakan dengan turut menyasar kelompok pemuda melalui organisasi kepemudaan yang ada di desa,” imbuhnya.
PSGA UNIIB bersama mahasiswa juga membangun kolaborasi erat dengan tenaga kesehatan desa untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, terutama mereka yang masuk kategori rentan. Pendampingan dilakukan secara intensif melalui edukasi, pemantauan, dan pemberdayaan keluarga.
Fitriatul Masyruroh menegaskan bahwa pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada infrastruktur, namun harus beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia. “Pembangunan daerah harus memiliki keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan SDM. Upaya ini dimulai dari perbaikan gizi dan pendampingan ibu hamil secara intensif dan serius,” tegasnya.
Keterlibatan PSGA UNIIB dalam kegiatan Geliat Airlangga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung kesehatan masyarakat, terutama perempuan dan anak. Langkah ini tidak hanya memperkuat kontribusi strategis perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa UNIIB untuk memperoleh pengalaman langsung serta kesempatan terlibat dalam program pendampingan masyarakat yang berstandar internasional.
