FORSES KOPERTAIS IV SURABAYA MANTAPKAN KURIKULUM OBE
SURABAYA – Forum Prodi Ekonomi Syariah (FORSES) Kopertais Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (25–26/10/25), bertempat di Hotel Leedon, Jl. J.A. Suprapto No. 37, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus serta anggota tetap dan tidak tetap FORSES Kopertais IV Surabaya dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Jawa Timur.
Workshop ini menjadi bagian penting dari upaya FORSES untuk memantapkan kualitas kurikulum dan memastikan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan mengusung pendekatan Outcome Based Education (OBE), kegiatan ini berfokus pada pengembangan kurikulum yang menekankan pada hasil belajar (learning outcomes) serta keterampilan aplikatif yang relevan dengan tuntutan era industri dan digitalisasi.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si., Kaprodi S2 Manajemen Inovasi Pascasarjana UNESA sekaligus Asesor LAMEMBA, yang memberikan paparan mendalam tentang strategi implementasi kurikulum berbasis OBE di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua FORSES Jawa Timur, Muhammad Kambali, S.HI., M.E.I., menyampaikan pentingnya kerja sama antar perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum ekonomi syariah yang adaptif dan berorientasi pada capaian pembelajaran.
Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Syariah UNIIB, M. Khanif Ardzani, M.E., menegaskan bahwa penerapan OBE memberikan dampak besar bagi dosen dan mahasiswa.
“Kami meyakini bahwa kurikulum OBE bukan hanya bermanfaat bagi pengembangan profesional dosen, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pengalaman belajar mahasiswa, yang pada akhirnya menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tuturnya saat diwawancarai.
Workshop ini juga diisi dengan diskusi dan sesi praktik penyusunan rancangan kurikulum berbasis OBE. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.
