UNIIB JADI TUAN RUMAH PELATIHAN ENTREPRENEUR TINGKAT NASIONAL

BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy (UNIIB) menjadi tuan rumah kegiatan , pada Kamis (23/10/25) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku UMKM, lembaga keuangan, akademisi, hingga pemerintah daerah.

MEMPERHATIKAN: Peserta menyimak serius dalam kegiatan.

Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag. M.H.I., membuka kegiatan dengan ucapan ahlan wa sahlan kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Dalam sambutannya, ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan UMKM Banyuwangi serta mahasiswa UNIIB.

“Kami harap kegiatan ini berjalan dengan khidmat menimba ilmu di kampus Ibrahimy. Kegiatan ini sangat positif, bukan hanya bagi peserta tapi juga bagi kampus, karena menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya dengan hangat.

DI ATAS PODIUM: Rektor UNIIB menyampaikan sambutan dengan hangat.

Rektor juga menegaskan pentingnya membangun karakter santri dan lulusan yang mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin alumni Ibrahimy bisa menjadi entrepreneur yang kuat dan tangguh. Sebab, mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, kata kuat disini berarti memiliki jiwa semangat,” tambahnya.

MENYAMPAIKAN: Bapak Mashudi, komisaris independen PT Jasamarga Tollroad Operator.

Sementara itu, Bapak Mashudi, komisaris independen PT Jasamarga Tollroad Operator yang mana ia merupakan alumni UNIIB, turut memberi semangat kepada peserta untuk terus berprestasi.

“Jadilah juara di kampus masing-masing. Saya ingin nanti pada tahun 2029, tidak hanya dua orang lulusan Ibrahimy yang menjadi komisaris. Kita harus mencetak lebih banyak pengusaha sukses dari kampus ini,” tegasnya dengan penuh semangat.

SAMBUTAN: Ginda P. Siregar, Asisten Deputi perluasan pembiayaan wirausaha kementrian UMKM RI, berbicara hangat diatas forum.

Dari pihak penyelenggara, Bapak Ginda P. Siregar, Asisten Deputi perluasan pembiayaan wirausaha kementrian UMKM RI, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga perbankan.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapat dukungan dari Banyuwangi. Ada dua bank yang hadir, yaitu Bank Jatim (konvensional) dan BSI (syariah). Pemerintah juga memberi perhatian besar pada UMKM tahun ini. Semoga kegiatan ini menjadi awal kolaborasi yang baik, dan anggap saja ini sebagai kado Hari Santri,” katanya dengan ramah.

SAMBUTAN: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Hj. RR. Nanin Oktaviantie menyampaikan arahan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Hj. RR. Nanin Oktaviantie, turut hadir memberikan arahan. Ia menjelaskan bahwa sektor usaha mikro kini menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan pelaku usaha.

“Kami punya program Jagoan Banyuwangi sebagai wadah anak muda berkreasi di bidang usaha. Harapannya, materi yang disampaikan hari ini bisa disimak dengan baik karena narasumbernya sangat berpengalaman,” imbuhnya.

Kegiatan Entrepreneur Hub Finance Talk Banyuwangi 2025 terdiri dari empat sesi yang dikemas interaktif dan inspiratif:

      1. Sesi I – Inspirational Talk & Entrepreneur Story Sharing, dinarasumberi oleh Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia (PAI) dan Jacob Win Profesional eBusiness Coach. Kukuh berbagi kisah sukses membangun usaha dari nol hingga meraih penghargaan Best Alumni IPB University 2025. Ia menyoroti dua masalah klasik UMKM: pencampuran rekening usaha dengan pribadi dan lemahnya administrasi keuangan. “Dua hal ini membuat bank sulit memberikan pembiayaan. Kalau administrasi rapi, akses modal akan terbuka lebar,” jelasnya.
      2. Sesi II – Modal untuk Melesat: Cerdas Mengelola Pembiayaan, Bijak Menggerakkan Pertumbuhan, dinarasumberi Perwakilan Bank Jatim dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kedua lembaga keuangan ini memaparkan pentingnya literasi keuangan serta perbedaan mekanisme pembiayaan konvensional dan syariah untuk pelaku UMKM.
      3. Sesi III – Gerbang Baru Pembiayaan Inklusif UMKM: Saatnya UMKM Jadi Pemain Utama dinarasumberi Sugiyati Nurul Handayani, Pimpinan Cabang PNM Banyuwangi.
      4. Sesi IV – Menjelaskan personal branding dinarasumberi Dini Prathivi, Co–Founder Japri Kreatif. Dini menekankan pentingnya strategi digital branding dan storytelling dalam membangun kepercayaan konsumen di era digital.

      Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Ibrahimy menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan wirausaha muda yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlak.

      “Kegiatan ini bukan sekadar forum, tapi bagian dari branding kampus kita. Santri harus bisa mandiri, dan dunia usaha adalah salah satu jalannya,” tutup Rektor.

      Kembali ke Atas