TELISIK POTRET WAWANCARA CAMABA GELOMBANG III UNIIB
BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) kembali melaksanakan tes wawancara dalam rangkaian seleksi penerimaan calon mahasiswa baru (camaba) jenjang Strata 1 (S1) gelombang III. Giat ini berlangsung pada Senin (31/9/2026) bertempat di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB, diikuti puluhan camaba dari lintas program studi.




Tes wawancara ini merupakan tahapan penting dalam telisik proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di UNIIB. Melalui sesi ini, pihak Universitas menggali kesiapan akademik, motivasi, serta kesesuaian minat calon mahasiswa dengan program studi yang dipilih. Wawancara dilakukan langsung oleh dosen penguji dari masing-masing program studi.
Salah satu peserta, Tubagus Ahmad Taruna Kusuma, disapa Bagus, camaba Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan kesan positifnya usai mengikuti sesi wawancara. Ia mengaku sempat memiliki bayangan bahwa proses seleksi akan berjalan rumit, namun pengalaman yang ia rasakan justru sebaliknya.
“Awalnya saya kira persiapannya akan seribet itu, ternyata begitu sampai di sini, kuliah di sini tidak dipersulit,” ungkapnya.
Bagus menuturkan bahwa kesiapan yang telah dilakukannya sejak dari rumah turut mendukung rasa percaya diri selama wawancara berlangsung.
“Saat tes saya percaya diri karena saya sudah mempersiapkan ini dari rumah,” ungkapnya.
Ia berharap dapat berkomitmen memperkuat pemahaman keislaman melalui perkuliahan yang akan ditempuhnya di Kampus.
Peserta lain Winarsih, camaba Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti tes wawancara. Ia menuturkan bahwa proses wawancara bersama dosen penguji berjalan lancar dan seluruh pertanyaan dapat dijawabnya dengan baik.
Winarsih yang saat ini aktif bekerja di kantor Desa Sukorejo menyampaikan komitmennya untuk tetap menjalankan aktivitas kerja sembari meningkatkan keaktifan di bidang akademik.
“Keseharian, kebetulan saya kerja di kantor Desa Sukorejo, saya akan mengawali semangat baru selain dipraktik saya akan lebih aktif di akademis.
Pemilihannya terhadap Program Studi PMI, menurutnya, selaras dengan pengalaman pengabdiannya di desa serta keaktifannya di organisasi keagamaan masyarakat, Fatayat dan Muslimat.
“Ibrahimy adalah tempat yang paling baik menurut saya. Insyaallah, sudah terbukti lulusan-lulusan Ibrahimy menjadi orang-orang yang bermanfaat,” pungkasnya.



