Program Keberlanjutan Mahasiswa KKN UNIIB, Dampingi Pengrajin Besek Rejoagung Sambut Bantuan Mesin Irat Bambu
BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan pendampingan pada kegiatan CSR InJourney Airport Berdaya UMK berupa bantuan mesin irat bambu bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Besek Berdaya di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Penyerahan bantuan berlangsung pada Selasa, (13/10/2026).


Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program kerja keberlanjutan kelompok KKN Rejoagung, yang berfokus pada penguatan usaha masyarakat desa.

Bantuan senilai Rp 10 juta disalurkan PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Banyuwangi. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Airport Berdaya UMK, yang bertujuan mendukung pengembangan usaha mikro dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi.
Supariyanto, Ketua KUBE Besek Berdaya, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut dan berharap mesin ini dapat memotivasi anggota untuk terus mengembangkan usaha demi kesejahteraan keluarga.
Salah satu mahasiswa KKN UNIIB, Fauzan Adhima turut menanggapi dengan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia, Dinas Koperasi Banyuwangi, Pemerintah Desa Rejoagung, serta seluruh pihak yang terlibat dalam program KKN kami. Harapannya, program ini bisa membawa masyarakat menuju ekonomi yang lebih mandiri, maju, dan berkelanjutan,” ujar Fauzan saat diwawancarai.
Fauzan juga berharap tradisi yang ada di Desa Rejoagung tetap lestari dan terus berinovasi. “Harapan kami, tradisi di Desa Rejoagung bisa tetap dilestarikan dan terus berinovasi,” imbuhnya.
Pewarta: Damayanti.
