Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Gelar Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas “Paran Lare”

Banyuwangi, 20 Januari 2024 — Fakultas Tarbiyah Institut Islam Ibrahimy Banyuwangi sukses menyelenggarakan kegiatan Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas (Paran Lare) pada Sabtu, 20 Januari 2024, di Aula Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari lima program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Kegiatan “Paran Lare” merupakan ajang tahunan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah untuk menampilkan hasil karya dan kreativitasnya dalam mengembangkan media, model, dan produk pembelajaran inovatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata dalam menciptakan alat dan strategi pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Menumbuhkan Semangat Kreativitas dan Profesionalisme Calon Pendidik

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap capaian para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pameran semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat kreativitas, inovasi, dan profesionalisme calon pendidik di era digital.

“Mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Melalui kegiatan Paran Lare, kita melihat betapa besar potensi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dalam menghadirkan gagasan-gagasan segar untuk dunia pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi dari visi Fakultas Tarbiyah untuk mencetak calon pendidik yang berintegritas, kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Beragam Karya Inovatif Mahasiswa

Pameran “Paran Lare” menampilkan puluhan karya mahasiswa dari setiap program studi.
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), misalnya, menampilkan media pembelajaran digital interaktif untuk pengajaran fiqih dan akidah akhlak, serta video pembelajaran animatif yang menjelaskan tata cara ibadah dengan pendekatan kontekstual. Mahasiswa PAI juga menampilkan board game edukatif bertema nilai-nilai keislaman untuk membantu siswa memahami konsep akhlak dengan cara yang menyenangkan.

Sementara mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menghadirkan alat peraga pembelajaran tematik berbasis lingkungan yang ramah anak, seperti media pembelajaran sains dengan bahan daur ulang, serta papan literasi islami untuk meningkatkan minat baca siswa di madrasah. Selain itu, mahasiswa PGMI juga menampilkan buku cerita bergambar karya sendiri yang memadukan literasi dasar dengan nilai-nilai karakter Islami.

Dari program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), banyak ditampilkan permainan edukatif berbasis sensorik dan motorik yang ditujukan untuk anak usia dini. Contohnya Busy Board Islami, puzzle huruf hijaiyah, serta boneka jari cerita Nabi yang dapat digunakan guru PAUD untuk mengajarkan nilai moral melalui kegiatan bermain.

Sementara itu, mahasiswa Tadris Matematika memamerkan alat bantu berhitung kreatif dan media visual interaktif untuk mempermudah siswa memahami konsep abstrak dalam pelajaran matematika, seperti pecahan dan bangun ruang.

Tak kalah menarik, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menampilkan model program sekolah ramah anak berbasis nilai Islam, serta poster strategi manajemen lembaga pendidikan yang menonjolkan pentingnya kepemimpinan partisipatif di madrasah.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Selama beberapa minggu, mahasiswa mempersiapkan produk dengan bimbingan intensif dari para dosen yang ahli di bidang media pembelajaran, teknologi pendidikan, serta pengembangan kurikulum.

Ketua panitia, dalam laporannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif—kompetensi utama yang harus dimiliki pendidik masa kini.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa belajar itu tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik nyata dan karya. Paran Lare adalah bukti nyata semangat mahasiswa Fakultas Tarbiyah untuk terus berinovasi,” jelasnya.

Antusiasme dan Apresiasi Tinggi

Kegiatan berlangsung dengan meriah. Setiap stand pameran dipenuhi pengunjung yang antusias, baik dari kalangan dosen, mahasiswa, maupun masyarakat sekitar kampus. Beberapa dosen memberikan masukan konstruktif terhadap karya mahasiswa, sekaligus memotivasi mereka untuk mengembangkan produk agar bisa diaplikasikan di sekolah-sekolah mitra Fakultas Tarbiyah.

Selain pameran, acara juga diisi dengan sesi presentasi karya unggulan dari masing-masing program studi. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menjelaskan latar belakang, tujuan, serta manfaat produk yang mereka ciptakan. Dewan juri dari unsur dosen menilai karya berdasarkan aspek inovasi, fungsionalitas, estetika, dan nilai edukatif.

Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan beberapa karya terbaik dari masing-masing program studi yang dinilai paling kreatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide baru di bidang pendidikan Islam.

Membangun Budaya Akademik Kreatif di Lingkungan Kampus

Kegiatan “Paran Lare” mendapat sambutan positif dari seluruh civitas akademika. Melalui pameran ini, Fakultas Tarbiyah berupaya menanamkan budaya akademik yang kreatif dan produktif di kalangan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga sebagai pencipta inovasi dan solusi pembelajaran.

Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan pengalamannya:

“Kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi. Proses pembuatan media ini mengajarkan kami banyak hal, mulai dari riset, kerja tim, hingga cara mempresentasikan ide dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun,” ungkap salah satu mahasiswa PGMI.

Dengan terselenggaranya Pameran Produk Pembelajaran dan Kreativitas “Paran Lare”, Fakultas Tarbiyah Institut Islam Ibrahimy Banyuwangi membuktikan komitmennya dalam mempersiapkan calon-calon pendidik Islam yang unggul, inovatif, dan profesional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, dan lembaga dalam membangun pendidikan Islam yang maju, bermakna, dan berkarakter.

Kembali ke Atas