Sosialisasikan Buku Pedoman, Satgas PPKPT UNIIB Perkuat Komitmen Cegah Kekerasan di Kampus
BANYUWANGI – Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menggelar Sosialisasi Buku Pedoman Satgas, Selasa (15/9/2026). Acara ini menjadi salah satu langkah penting kampus dalam menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor beserta segenap Wakil Rektor, para Dekan selingkup UNIIB beserta Kaprodi, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Biro Akademik, Kepala Biro Keuangan, serta perwakilan dari unsur keamanan kampus dan Organisasi Intra Kampus UNIIB.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Muhammad Sholeh Muria, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara. Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan ikhtiar pungkasan Satgas PPKPT UNIIB periode 2024-2026 dalam mengupayakan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
“Ini menjadi ikhtiar pungkasan Satgas PPKPT UNIIB periode 2024-2026 dalam mengupayakan pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIIB, Dr. Kurniyatul Faizah, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan buku pedoman ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif, melainkan bentuk kesungguhan Satgas dalam merawat kondusifitas kampus.
“Pedoman ini bukan sekadar keperluan administrasi semata. Penyusunannya yang juga mendatangkan pakar menjadi satu bentuk kesungguhan Satgas dalam menjaga kondusifitas kampus dari laku kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan hadirnya pedoman tersebut, penanganan kasus kekerasan di kampus dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.
“Dengan pedoman ini kita berharap ke depan kekerasan yang terjadi bisa secara optimal ditindak, dan berangsur-angsur mengikis tindakan-tindakan kekerasan berikutnya. Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun, melainkan proses panjang yang harus terus kita kawal bersama demi terciptanya kampus yang benar-benar aman bagi seluruh civitas akademika,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI., mengungkapkan rasa syukur atas capaian UNIIB yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang KOPERTAIS WILAYAH IV AWARD 2026.
“Kita telah mendapat penghargaan dalam KOPERTAIS WILAYAH IV AWARD 2026, sebagai PTKIS yang memiliki pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terbaik. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa apa yang sudah kita bangun selama ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Rektor turut menekankan bahwa upaya pencegahan jauh lebih utama dibandingkan penanganan setelah kasus terjadi.
“Mencegah lebih baik daripada menangani. Karena itu, seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, harus memiliki kesadaran yang sama dalam mencegah segala bentuk kekerasan sejak dini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan agar Satgas PPKPT memiliki tempat atau sekretariat, sehingga civitas akademika dapat lebih mudah mengakses layanan pelaporan apabila terjadi kasus kekerasan di lingkungan kampus.
“Satgas harus punya tempat biar mudah untuk lapor. Jangan sampai mahasiswa atau siapa pun yang ingin melapor justru kebingungan harus ke mana,” tandasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Rektor UNIIB secara resmi membuka acara Sosialisasi Buku Pedoman Satgas PPKPT dengan pembacaan Surat Al-Ashr sebagai simbol harapan agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan dan manfaat bagi kampus. Melalui sosialisasi buku pedoman yang langsung disampaikan oleh Fitriatul Masruroh, M.Psi. Psikolog, selaku Ketua Satgas ini, UNIIB berharap seluruh elemen kampus dapat memahami mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan secara menyeluruh, sekaligus memperkuat budaya kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
