Webinar Kolaboratif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan STAIN Mandailing Natal: Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini
Banyuwangi, 4 Juli 2025 – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sukses menyelenggarakan webinar bertema “Story Time sebagai Media Literasi Multikultural dan Solusi Pengurangan Screen Time Anak Usia Dini”, pada Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antarlembaga dalam rangka pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi PIAUD dari kedua kampus tersebut.
Webinar menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Riris Wahyuningsih, M.Pd dan Annisa Wahyuni, M.Pd, yang membagikan wawasan seputar pentingnya kegiatan mendongeng (story time) sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik, khususnya untuk anak usia dini.
Dalam pemaparannya, Annisa Wahyuni, M.Pd menjelaskan bahwa melalui kegiatan mendongeng yang memperkenalkan beragam cerita dari berbagai budaya, anak-anak dapat diperkenalkan pada nilai-nilai multikultural yang penting dalam membentuk karakter sejak dini. Literasi multikultural ini menjadi salah satu upaya dalam menanamkan sikap toleran, empati, dan saling menghargai perbedaan.
Sementara itu, Riris Wahyuningsih, M.Pd menyoroti tingginya durasi screen time pada anak-anak di era digital saat ini. Ia menyampaikan bahwa mendongeng dapat menjadi solusi praktis untuk mengalihkan ketergantungan anak terhadap layar gadget, sekaligus mempererat hubungan emosional antara anak dan orang dewasa.
Webinar ini tidak hanya memberikan bekal teoretis, tetapi juga disertai contoh-contoh praktis teknik mendongeng yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran anak usia dini baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal.
Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan inovasi pendidikan anak usia dini yang relevan dengan tantangan zaman, serta mencetak pendidik-pendidik yang peduli terhadap pentingnya literasi dan nilai-nilai budaya sejak dini.
