UNIVERSITAS ISLAM IBRAHIMY BANYUWANGI GELAR WORKSHOP PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL
Banyuwangi, 9 Desember 2024 – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi mengadakan Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual dengan tema “Kampus Inklusif: Upaya Preventif Kekerasan Seksual dan Menjaga Harmoni Civitas Akademika”. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I dan II, para dekan dan ketua program studi, kepala biro, kepala bagian, ketua UPT, ketua lembaga, ketua TU fakultas, serta pimpinan organisasi mahasiswa intra kampus.
Diselenggarakan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), workshop ini bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan akademik, sekaligus mewujudkan kampus yang aman dan inklusif bagi seluruh civitas akademika.

Ketua Satgas PPKS, Fitriatul Masruroh, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam menciptakan harmoni di lingkungan kampus. “Satgas PPKS hadir sebagai bentuk nyata komitmen universitas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Upaya preventif adalah langkah kunci untuk meminimalkan potensi terjadinya kekerasan seksual,” ujar Fitriatul.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I., yang menekankan pentingnya peran kolaboratif seluruh elemen universitas. “Melalui workshop ini, kita berharap dapat membangun kesadaran bersama dan memperkuat sistem perlindungan bagi semua pihak di universitas. Kampus harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi siapa saja,” ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, Sutiah, S.Pd., seorang fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG) dari Jawa Timur, menyampaikan materi mengenai strategi preventif kekerasan seksual serta pentingnya pengarusutamaan gender dalam membangun budaya kampus yang inklusif. Materi ini disambut antusias oleh peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, sekaligus mewujudkan visi sebagai kampus yang inklusif dan harmonis.
