UNIIB SELENGGARA OSCAR SAMBUT MAHASISWA BARU

BANYUWANGI – Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) memulai tahun akademik 2025/2026 dengan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Studi Cinta Almamater (OSCAR) yang berlangsung selama tiga hari, sejak Sabtu pagi hingga Senin mendatang (6-8/9/25). Halaman kampus UNIIB menjadi saksi antusiasme ratusan mahasiswa baru yang hadir dengan wajah penuh semangat dan harap. Bagi mereka, OSCAR bukan sekadar kegiatan awal perkuliahan, melainkan langkah pertama untuk mengenal lingkungan akademik, menjalin persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap almamater.

UPACARA PEMBUKAAN: Mahasiwa Baru resmi jalani OSCAR di halaman kampus UNIIB, pada sabtu (6/9/25).

Acara pembukaan pada Sabtu (6/9/25), berlangsung penuh khidmat. Jajaran pimpinan Universitas, dosen, serta panitia penyelenggara dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UNIIB turut hadir mendampingi mahasiswa baru.

Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I dalam sambutannya, menekankan pentingnya memandang orientasi ini sebagai momentum pembentukan karakter dan integritas.

SAMBUTAN: Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., menyampaikan sambutannya dalam kegiatan OSCAR 2025.

“Orientasi ini bukan hanya tentang mengenal gedung, dosen, atau sistem akademik, tetapi juga tentang mengenali diri sendiri dan menumbuhkan komitmen untuk berproses menjadi manusia yang utuh. Kampus adalah ruang pengabdian dan pengembangan diri, tempat belajar mengelola potensi sekaligus menanamkan nilai moral dan intelektual yang kelak berguna di tengah Masyarakat”, tegas rektor UNIIB dalam sambutannya.

Ketua Panitia OSCAR, Muhammad Suryanto kerap disapa Yanto dari DEMA UNIIB dalam laporannya menyampaikan apresiasi yang besar kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.

“Tanpa dukungan dari semua pihak, mustahil OSCAR dapat terselenggara dengan baik serta kepada adik-adik mahasiswa baru yang telah hadir dengan antusiasme luar biasa. Semoga OSCAR ini memberi kesan yang mendalam dan menjadi bekal dalam perjalanan panjang di UNIIB,” ujarnya.

Sambutan yang juga sangat berkesan datang dari Presiden Mahasiswa UNIIB, Aang Khunaifi. Dalam pidatonya, ia mengingatkan mahasiswa baru agar memandang kampus secara lebih luas, tidak semata sebagai tempat mencari gelar atau jasa pendidikan, melainkan sebagai ruang pengabdian dan peribadatan.

“Kampus bukan hanya sekadar tempat mencari jasa, bukan sekadar tempat mengejar gelar. Kampus adalah tempat kita mencari pahala, tempat kita berproses dengan ikhlas, tempat yang memberi ruang untuk berpikir, bertanya, bahkan mempertanyakan. Di sinilah kita ditempa untuk menjadi insan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermanfaat,” ujarnya dengan tegas.

Ucapan Presma itu sekaligus menjadi refleksi mendalam tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang bertugas menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Salah satu momen paling berkesan adalah prosesi pelepasan balon ke udara. Saat balon-balon warna-warni terbang tinggi, seluruh mahasiswa baru menatap langit dengan wajah sumringah. Pelepasan balon ini menjadi simbol cita-cita dan harapan agar mahasiswa baru dapat meraih impian mereka setinggi mungkin, sekaligus senantiasa menjaga nama baik almamater. Suasana semakin syahdu ketika doa bersama dipanjatkan, memohon agar perjalanan akademik para mahasiswa senantiasa mendapat keberkahan.

Sumber: HUMAS UNIIB.

Kembali ke Atas