TUAI APRESIASI! KADER MUDA NU TUNTAS LAUNCHING DAN BEDAH BUKU

BANYUWANGI – Dalam rangka pra Konferensi Cabang (Konfercab) NU Banyuwangi, Majelis Alumni IPNU Banyuwangi menggelar acara Book’s Launching “Pergulatan Wacana Kader Muda NU Ujung Timur Jawa”. Acara ini berlangsung dengan khidmat di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), Senin (29/12/25) dengan menghadirkan sejumlah kader-kader NU dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Mahasiswa dan Sebagian Alumni UNIIB Berkontribusi sebagai Penulis Buku

Dr. Kurniyatul Faizah, M.Pd., Wakil Rektor III UNIIB menyampaikan sambutan sebagai perwakilan dari Rektor UNIIB. Ia menyampaikan apresiasi kepada kader-kader muda dalam merawat tradisi NU,

“Alhamdulillah kita bisa ikuti kegiatan penuh inspirasi ini, semoga menjadi awal dalam menggugah rekan-rekanita semuanya untuk terus berkarya secara ilmiah, merawat tradisi Kader NU, dan menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam ASWAJA”, ucap Dr. Kurniya dengan penuh bangga.

“Apalagi, semua penulisnya adalah mahasiswa aktif Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan sebagiannya sudah alumni. Ini menjadi tanda bahwa mahasiswa-mahasiswa UNIIB adalah sosok-sosok pemikir yang tetap nguri-nguri budaya literasi, diskusi, membaca dan menulis”, pungkas Wakil Rektor III.

Syamsul Arifin, S.Pdi., M.Si., selaku panitia Konfercab NU Banyuwangi, turut memberi tanggapan dalam memandang kegiatan ini. Ia menyampaikan kegiatan bedah buku in merupakan kiat-kiat Kader Muda NU dalam meningkatkan keinginan untuk menulis, membudayakan karya ilmiah di era digitalisasi ini. Ia juga menambahkan output yang dihasilkan dari kegiatan ini,

“buku tidak hanya menjadi kebutuhan kita, tapi juga untuk kebutuhan orang sekitar”, pungkasnya dalam sambutan.

Dalam keterangan yang diterima uniib.ac.id pada Selasa (30/12/25), M. Nasrullah, pria yang kerap disapa Ndan Nasrul itu memberikan keterangannya selaku ketua panitia acara:

“Buku ini merupakan bentuk ikhtiar sekaligus pepeling serta mengingatkan kembali kader-kader untuk terus menjadikan tujuan organisasi sebagai pijakan gerakan. Serta menjadikan organisasi sebagai ruang sinau”, ucap Ndan Nasrul dalam wawancara.

Buku Pergulatan Wacana Kader Muda NU Ujung Timur Jawa ini muncul diawali dengan adanya kegelisahan-kegelisahan yang dialami penulis dalam berorganisasi, layaknya Akid Waliyudin dan M. Sholeh Muria yang disampaikan dalam forum.

“Kami dari penulis membuat buku ini, karena munculnya kegelisahan yang kami alami dengan memandang organsisasi yang berjalan saat ini mengalami nir-esensi”, ucap pria berkumis yang kerap disapa Bang Soleh.

“Tiap gerakan yang dibuat tidak berdasarkan dengan adanya pergulatan kader satu dengan yang lain. Melainkan hanya melanjutkan periode sebelumnya, tanpa adanya rekonstruksi. Karena hakikat dari proses itu sendiri ialah pertumbuhan dan perkembangan bagi kader itu sendiri”, pungkas Bang Soleh dalam forum.

Apresiasi juga muncul dari Lukman Hadi Abdillah dan Ayung Notonegoro, selaku pembedah dalam kegiatan tersebut. Mereka mengaku takjub dengan karya Kader-kader Muda NU. Hal ini dibuktikan dengan ungkapan pembedah I, Lukman Hadi Abdillah,

“Saya awal mendapat buku ini terasa seperti awal mendapat surat cinta dari pacar. Setelah saya membacanya, langsung saya meminta buku ini harus dibedah!”, seru Lukman, yang juga alumni UNIIB mengungkap.

Ia juga mengungkap alasan membedah buku ini,

“Muncul kegelisahan dari saya bahwa, ruang diskusi makin langka”, imbuhnya.

Kegiatan ini menjadikan ruang diskusi bermakna, khususnya kepada para Pelajar dan Mahasiswa Kader NU dalam menghidupkan kembali organisasi yang telah ter-nir esensi.

FOTO BARENG: Pembedah, penulis dan peserta satu frame.

Informasi pemesanan buku “Pergulatan Wacana Kader Muda NU Ujung Timur Jawa”, hubungi https://wa.me/083844408804

Kembali ke Atas