RESMI! UNIIB TERJUNKAN 313 MAHASISWA KKN
BANYUWANGI – Tahun ini Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menerjunkan 313 mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan akademik Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang tersebar dalam tiga kecamatan, yakni Tegaldlimo, Purwoharjo dan Muncar.
Di Kantor Kecamatan Tegaldlimo pada Rabu (16/7/25), peserta KKN hadir untuk melaksanakan penerjunan yang dihadiri langsung oleh camat dan kepala desa yang akan dipijaki sebagai tempat KKN. Ketua Panitia, Fitriatul Masruroh, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa 313 mahasiswa ini terbagi dalam 21 kelompok.
“Tahun ini UNIIB menerjunkan 313 mahasiswa. Tiga pilihan kecamatan ini nanti akan menjadi lokasi mahasiswa Ibrahimy mengabdikan diri mereka. Dan semuanya telah terbagi dalam 21 kelompok,” kata Fitri (16/7/25).
M. Amir Mahmud, M.A selaku Ketua LPPM menyatakan bahwa konsep KKN-PPM tahun ini cukup berbeda dengan KKN di tahun-taun sebelumnya. KKN-PPM ini merupakan kegiatan akademik pengabdian kepada msyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa berbasis program studi.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya KKN Ibrahimy tematik, tahun ini kita lebih spesifik fakultatif. Sesuai program studi masing-masing mahasiswa. Sehingga mahasiswa lebih mendapatkan gambaran yang konkret untuk bergerak dan target yang jelas,” jelas Amir (16/7/25).
Demikian juga Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman hakim, S.Ag., M.HI yang menegaskan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan masyarakat dan berupaya untuk turut andil dalam pemberdayaan masyarakat dalam kerangka penelitian serta pengabdian.
“Selama tiga tahun menempuh studi di kampus, KKN ini adalah kesempatan pembuka untuk mendedikasikan diri pada msyarakat. Sehingga, diharapkan apa yang telah diterima di kelas bisa dikontekstualisasikan serta ditransformasi agar dapat menjadi solusi bagi problem sosial di tempat mahasiswa terjun,” cetus Lukman (16/7/25).

Trisetya Suprianto, S.STP, M.Si. selaku Camat Muncar dan Plt. Camat Tegaldlimo, menyambut baik niat dan tujuan dari Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi yang akan melaksanakan KKN. Harapan-harapan maupun atensi juga diberikan agar niat dan tujuan kampus bisa tercapai sesuai dengan yang diinginkan.
“Dengan adanya mahasiswa yang melakukan KKN, sebenarnya itu juga menjadi peluang bagi desa-desa untuk menemukan inovasi, kreasi maupun solusi bagi persoalan maupun potensi desa itu sendiri,” ujar Trisetya (16/7/25).
Sebagai pejabat yang mewakili seluruh desa yang akan ditempati untuk KKN, Trisetya juga mengharapkan suatu tetenger bahwa UNIIB pernah melakukan KKN di desa itu.
“Kami juga berharap KKN ini tidak sekedar formalitas akademik yang berlangsung selama sebulan kemudian selesai. Tidak. Kami ingin kawan-kawan mahasiswa memiliki tetenger kalau dalam bahasa Jawa. Maksudnya, bekas, tanda atau pengingat yang inovatif, yang baik, yang menjadi tenger bahwa mahasiswa Ibrahimy pernah terjun dan meninggalkan tenger yang baik di sini,” tukas Trisetya (16/7/25).

Sekilas informasi, kegiatan penerjunan ini dihadiri oleh jajaran Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Ibrahimy (YASMY), Rektor, seluruh Wakil Rektor, serta seluruh Dekan dan Kaprodi. Dan KKN-PPM Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi ini akan berlangsung selama 40 hari, yakni 16 Juli – 26 Agustus 2025.
(Humas UNIIB)
