MENCINTAI SENI NUSANTARA, UKM MUSIK UNIIB MENGGELAR FESBAN

BANYUWANGI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi menyelenggarakan Festival Al Banjari se-Kabupaten Banyuwangi yang diikuti oleh 22 grup hadrah dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini diawali dengan acara seremonial dan berlangsung pada Sabtu (17/1/25), bertempat di Auditorium KHR As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

Marcorio Syahru, Ketua Umum UKM Musik UNIIB yang kerap kali disapa Marco, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

“Semoga Festival Al Banjari ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap, pada kepengurusan ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, tidak hanya di Banyuwangi,” ujarnya. Marco juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta 22 grup peserta yang telah berpartisipasi dan menyemarakkan festival.

Sementara itu, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., selaku Rektor UNIIB, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Al Banjari sebagai bentuk kegiatan yang konkret dan bernilai dakwah. Menurutnya, festival ini menjadi media strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap selawat sekaligus melestarikan budaya Islam Nusantara.

“Festival Banjari ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru dalam seni islami. Selain itu, kegiatan ini menjadi pionir bagi mahasiswa untuk melestarikan budaya sebagai upaya mencintai selawat,” ungkapnya.

SAMBUTAN: Rektor UNIIB saat memberikan apresiasi kepada UKM Musik.

Lebih lanjut, Rektor UNIIB menyoroti fenomena maraknya pembacaan shalawat di tengah masyarakat. Ia berharap tradisi tersebut tetap mengikuti dan berpijak pada tradisi ulama Nusantara. Oleh karena itu, Festival Banjari diharapkan terus mengedepankan nilai-nilai tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah, seperti pembacaan Al-Barzanji dan Simtudduror, sebagaimana yang diajarkan para pendiri Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi Islam di Nusantara.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Harapannya, festival ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan mengalami peningkatan, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta,” pungkasnya. Selepas pembukaan, kompetisi hadrah versi Banjari ini dimulai. Sebagai informasi, setiap tahun Festival Al Banjari ini telah digelar dan dilaksanakan secara berkolaborasi dengan organisasi lainnya. (*)

Kembali ke Atas