Kuliah Tamu Tadris Matematika IAI Ibrahimy Kupas Kurikulum dan Pembelajaran Matematika di Era Merdeka Belajar
Banyuwangi, 3 Oktober 2024 — Suasana ruang C8 Kampus IAI Ibrahimy Genteng-Banyuwangi tampak hidup pagi itu. Puluhan mahasiswa Program Studi Tadris Matematika berkumpul dengan antusias, menyimak paparan dari praktisi pendidikan yang telah lama berkecimpung di dunia pengajaran matematika. Melalui kegiatan Kuliah Tamu bertajuk “Kurikulum dan Pembelajaran Matematika di Sekolah”, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2024, para mahasiswa diajak memahami lebih dalam tentang arah dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran matematika.

Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Tadris Matematika UNIIB ini menghadirkan Zaenal Arifin, M.Pd., Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Banyuwangi, Koordinator Guru Penggerak Kabupaten Banyuwangi, sekaligus Guru Matematika di SMPN 1 Bangorejo.
Dalam pemaparannya, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif dalam mengelola proses belajar. “Guru matematika tidak hanya dituntut menguasai konsep, tetapi juga harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi masalah nyata agar siswa dapat berpikir kritis dan analitis.
Kegiatan ini disambut positif oleh mahasiswa. Mila Rohmatun Nisa, salah satu mahasiswa semester enam, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Selama ini kami hanya mengenal Kurikulum Merdeka dari teori di kelas. Melalui kuliah tamu ini, kami bisa melihat langsung bagaimana penerapannya di sekolah dan tantangan yang dihadapi guru di lapangan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ketua Program Studi Tadris Matematika IAII, Alex Haris Fauzi, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian penting dari strategi peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sebagai calon guru matematika yang akan mengabdikan diri di lembaga pendidikan,” tutur Alex Haris Fauzi.
Lebih lanjut, Alex menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan langkah konkret Program Studi Tadris Matematika IAII dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kemandirian belajar dan pembentukan karakter peserta didik.

Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Tadris Matematika IAII semakin siap dan percaya diri untuk menjadi pendidik yang profesional, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang inspiratif di masa depan.
Sumber: Humas IAI Ibrahimy.
