KKN-PPL UNIIB DISAMBUT HANGAT DI NARATHIWAT
BANYUWANGI — Sebagai bagian dari program KKN-PPL lintas negara, Rektor Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag.,M.HI serta rombongan delapan mahasiswa Indonesia tiba di Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan, Kamis (15/5/25). Kehadiran mereka disambut secara resmi oleh Dinas Pendidikan Narathiwat dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Sebagai bagian dari penguatan kerja sama program KKN-PPL lintas negara, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) KKN-PPL bersama Rektor UNIIB Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag.,M.HI dengan Kepala Primary Educational Service Area Office 3, Sekolah Kebangsaan Narathiwat. MoU ini menjadi landasan formal bagi pelaksanaan KKN-PPL yang terintegrasi dan berkelanjutan antara kedua belah pihak.
Rombongan mahasiswa KKN-PPL ini bertugas di beberapa sekolah mitra di wilayah Narathiwat dalam rangka mengimplementasikan program pengabdian masyarakat dan praktik mengajar sebagai bentuk kontribusi nyata dalam bidang pendidikan internasional.
Sebanyak tujuh mahasiswa ditempatkan di tujuh sekolah berbeda di wilayah Narathiwat sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPL. Berikut daftar sekolah beserta nama peserta:
- Ban Muno School – Retno Puspita Napsari
- Ban Sakho School (โรงเรียนบ้านชุมชนซากอ) – Moh. Ali Ghufron
- Ban Sipo School – Husnawan Aziz
- I Batu School – Riski Yuliana
- Congkraksat Wittaya School – Awaliatul Hikmah dan Azizah Nurma Via
- Ban Kuala Kawan School – Nova Kharismatul Indah
- Cumcon Shapattana School – Ulin Nuha

Masing-masing peserta akan menjalankan tugas utama sebagai pengajar, pendamping kegiatan sekolah, serta fasilitator dalam program-program pendidikan karakter dan literasi. Selain itu, mereka juga akan mengikuti kegiatan sosial dan budaya sebagai bagian dari integrasi dengan masyarakat setempat.
Program KKN-PPL ini bukan hanya menjadi ajang praktik pengalaman lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga wadah pertukaran kebudayaan dan nilai-nilai pendidikan. Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi, sekaligus belajar dari praktik pendidikan lokal di Thailand Selatan.
Salah satu peserta, Retno Puspita Napsari, yang ditempatkan di Ban Muno School, mengungkapkan kekagumannya terhadap kebiasaan siswa-siswi di Thailand Selatan yang menjunjung tinggi nilai kesopanan.
“Hal yang paling berkesan bagi saya di sini adalah sikap siswa yang sangat sopan. Setiap kali bertemu guru, mereka selalu memberi salam, bahkan banyak yang langsung salaman. Kalau pun tidak bersalaman, mereka tetap menyapa dengan sopan. Ini kebiasaan yang menurut saya luar biasa dan patut dicontoh,” ujarnya dengan kagum.

Program KKN-PPL di Thailand ini menjadi langkah konkret dalam mendukung kerja sama kawasan ASEAN di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan muncul jejaring dan kolaborasi jangka panjang antara lembaga pendidikan Indonesia dan Thailand.
Rangkaian kegiatan terjadwal akan berlangsung selama delapan minggu kedepan. Kehadiran mahasiswa dalam program KKN-PPL ini tidak hanya mencerminkan semangat pengabdian, namun juga menjadi bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam membangun pendidikan lintas batas yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
Sumber: HUMAS UNIIB
