GEMA LAKON BLAMBANGAN: RESPRESENTASI KOLABORATIF TRANSMISI NILAI

BANYUWANGI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai ruang transformasi personal, tidak sekadar ruang kosong tanpa variasi gerakan. Ini tampak dari gelaran Gema Lakon Blambangan yang diselenggarakan secara kolaborasi oleh UKM Paduan Suara Nawasena Gema Blambangan dan UKM Teater Pinggir Kali (Girli) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB).

Gelaran panggung paduan suara dan drama yang digelar pada Rabu (28/1/26) malam di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB ini menjadi panggung yang menarik, sebab mempertemukan dua penampilan secara bergantian. Tidak hanya menjadi wujud realisasi program, tetapi juga sarat makna yang disampaikan.

Auditorium yang di-setting sedemikian rupa menyerupai sebuah ruang tamu, menjadi pentas drama para lakon dari UKM Teater Girli. Dan keseragaman warna dresscode yang dikenakan barisan UKM Paduan Suara Nawasena Gema Blambangan seperti memberikan makna keselarasan dan kejujuran dalam hidup.

Selepas seremonial dilakukan sebagaimana kegiatan formal, pementasan dimulai oleh UKM Teater Girli yang mengangkat drama berjudul “Dukun-Dukunan”. Sebuah drama gubahan Putut Buchori yang mengandung pesan moral yang luhur mengenai hidup.

Alur drama yang menggambarkan kebohongan demi kebohongan setiap tokoh yang ditampilkan, hingga tersingkap kebenaran-kebenaran yang ditutup-tutupi, merupakan pesan bagi laku hidup yang menunjukkan bahwa kehidupan yang jujur membawa keselarasan dan ketenangan. Sebaliknya, kebohongan membawa kebingungan dan dilematis hidup.  Di mana satu kali kebohongan dapat memancing siasat kebohongan yang lainnya.

Campur aduk perasaan menyelimuti para penonton. Mulai dari suasana yang tegang, hingga suasana membuat tak mampu menahan tawa. Transisi akhir pementasan drama menjadi sangat menarik saat tiba-tiba UKM Paduan Suara dengan keseragaman putihnya menyenandungkan lagu penutup kegiatan ini.

Melalui pementasan Gema Lakon Blambangan, kedua UKM tersebut memantik pandangan para penonton soal eksistensi organisasi yang mampu menjadi media untuk mentransmisikan gagasan, nilai dan sekaligus memantik kesadaran kolaboratif bagi organisasi-organisasi lainnya.

Kembali ke Atas