DOSEN UNIIB HADIRI REMBUG PEREMPUAN KABUPATEN BANYUWANGI 2025

BANYUWANGI – Dosen Universitas Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) selaku Pusat Studi Gender dan Anak, Fitriyatul Masruroh, M.Psi., dan Dr. Emy Hidayati, S.Pd., M.Si turut serta menjadi tamu undangan dalam kegiatan Rembug Perempuan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025 yang mengangkat tema “Partisipasi Perempuan dalam Politik”, berlangsung pada Senin (29/9/25) bertempat di Aula Minakjinggo Setda Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan demokrasi serta mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik, khususnya dalam konteks pemberdayaan perempuan.

FOTO BARENG: Dokumentasi Fitriyatul Masruroh, M.Psi., (nomor 4 dari kiri) dan Dr. Emy Hidayati, S.Pd., M.Si (nomor 3 dari kanan) foto bersama audience forum, .

Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi dan lembaga di Banyuwangi. Kehadiran lintas sektor menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendorong partisipasi perempuan di ranah publik.

Dalam kesempatan tersebut, Pusat Studi Gender dan Anak, Fitriyatul Masruroh, M.Psi., asal UNIIB menegaskan pentingnya peran perempuan dalam politik.

“Tujuan kita bersama adalah menjadikan Banyuwangi lebih baik. Dan hal itu hanya bisa terwujud apabila perempuan diberi ruang yang luas untuk berdaya, berpartisipasi dalam politik, serta berkontribusi pada setiap pengambilan keputusan. Pemberdayaan perempuan bukan hanya kepentingan gender, tetapi kepentingan masa depan,” tegasnya saat diwawancarai.

Keberhasilan pemberdayaan perempuan akan membawa dampak positif pada banyak sektor, mulai dari pendidikan keluarga, penguatan ekonomi lokal, hingga terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya Banyuwangi.

Kegiatan yang melibatkan tokoh perempuan, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkaya gagasan, memperluas jaringan, serta memperkuat solidaritas antarperempuan di Kabupaten Banyuwangi. Dengan hadirnya perwakilan instansi dan akademisi, diharapkan forum ini dapat melahirkan langkah-langkah konkret dalam mendukung cita-cita pembangunan Banyuwangi yang inklusif, berdaya, dan demokratis.

Sumber: Humas UNIIB.

Kembali ke Atas