AKADEMISI UGM: KUPAS TUNTAS KAJIAN ISLAM NUSANTARA
BANYUWANGI,— Program Studi Magister Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan kuliah dosen tamu, Dr. Ahmad Athoilah, M.A., dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada (UGM). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis siang (8/5/25) pukul 13.00 WIB bertempat di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin, sebagai bagian dari pengayaan mata kuliah Kajian Islam Nusantara.

Dalam kuliahnya yang bertajuk “Islam Nusantara dalam Perspektif Sejarah dan Budaya”, Dr. Ahmad Athoilah, M.A., menguraikan dengan menyoroti peran strategis Kerajaan Mataram dalam proses Islamisasi di tanah Jawa. Ia menjelaskan bahwa penyebaran Islam di era tersebut berlangsung melalui pendekatan budaya yang damai dan akomodatif terhadap tradisi lokal, sehingga membentuk karakter Islam yang moderat, inklusif, dan kontekstual.
Lebih lanjut, ia mengaitkan konteks sejarah tersebut dengan keberislaman masyarakat Jawa masa kini, yang masih mempertahankan nilai-nilai moderasi, toleransi, serta penghormatan terhadap kearifan lokal. Salah satu aspek yang diangkat adalah keberadaan mitos, yang menurut Dr. Ahmad Athoilah M.A, tidak semata dipahami sebagai cerita fiktif, tetapi sebagai representasi dari mentalitas kolektif orang Jawa dalam memaknai kehidupan dan nilai-nilai spiritual. Melalui mitos, masyarakat Jawa menginternalisasi ajaran moral dan religius dengan cara yang selaras dengan budaya mereka.
Dengan demikian, kajian Islam Nusantara tidak hanya mengungkap sejarah penyebaran Islam, tetapi juga membuka ruang pemahaman yang lebih dalam terhadap cara berpikir dan sistem nilai masyarakat lokal yang menjadi landasan penting dalam merumuskan model keberagamaan yang kontekstual di era modern.

Kuliah ini tidak hanya memberikan perspektif historis yang mendalam, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk merefleksikan kembali bagaimana warisan keislaman lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter keislaman Indonesia yang moderat, toleran, dan inklusif. Dr. Ahmad Athoilah, M.A., juga mengajak mahasiswa untuk melakukan kajian kritis terhadap narasi sejarah yang berkembang, dengan pendekatan yang berbasis data dan analisis ilmiah.
Diskusi yang berlangsung setelah sesi pemaparan menunjukkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa Pascasarjana UNIIB. Berbagai pertanyaan dan tanggapan muncul, terutama berkaitan dengan tantangan pelestarian nilai-nilai Islam Nusantara di tengah arus globalisasi dan konservatisme agama yang semakin menguat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari Direktur Pascasarjana, Dr. H. Kholilur Rahman, M.Pd.I dan Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dr. Fathi Hidayah, M.Pd.I Dalam sambutanya, Direktur Pascasarjana juga menekankan urgensi pendalaman terhadap Islam Nusantara tidak hanya pada tataran konseptual semata.
“Saya berharap, mahasiswa Pascasarjana di hari ini mampu merumuskan pemahaman yang komprehensif, tidak sebatas mengenal konsep umum Islam Nusantara, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai substantif yang melekat di dalamnya, yakni Islam yang berbasis moderat,” pungkas Direktur Pascasarjana terpaparkan dalam sambutan.
Melalui kegiatan ini yang dikhususkan kepada Mahasiswa Pascasarjana, diharapkan tidak hanya memahami Islam Nusantara sebagai konstruksi keilmuan, tetapi juga mampu mengkritisi dan mengembangkannya sebagai landasan untuk menjawab tantangan kebangsaan dan keislaman di era kontemporer.
Sumber: Humas UNIIB
