PRODI PIAUD UNIIB DIRIKAN SANGGAR TARI “SEKAR LANGIT” SEBAGAI WUJUD PELESTARIAN BUDAYA DAN PENGUATAN PRAKTIK MAHASISWA
BANYUWANGI — Dalam upaya menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya sejak usia dini, serta memperkuat pengalaman praktik mahasiswa, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) secara resmi mendirikan Sanggar Tari “Sekar Langit”.
Sanggar tari ini hadir sebagai bentuk inovasi dan kontribusi nyata Prodi PIAUD dalam melestarikan budaya Nusantara, khususnya seni tari tradisional, melalui pendekatan pendidikan anak usia dini. “Sekar Langit” dirancang sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengenal dan mengekspresikan diri melalui gerak dan irama, sekaligus menjadi laboratorium praktik bagi mahasiswa dalam bidang seni, pendidikan, dan kreativitas.
Kegiatan sanggar akan didampingi secara langsung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PIAUD UNIIB, yang berperan aktif sebagai pelatih, fasilitator, sekaligus penggerak program. Dengan keterlibatan mahasiswa dalam setiap aspek pengelolaan, sanggar ini juga menjadi media pengembangan soft skill dan penguatan kompetensi profesional calon pendidik anak usia dini.
Ketua Prodi PIAUD, Riris Wahyuningsih, M.Pd menyampaikan bahwa pendirian Sanggar Tari “Sekar Langit” merupakan bagian dari visi prodi dalam membentuk pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kreatif dan berjiwa budaya. “Kami ingin mahasiswa belajar tidak hanya di ruang kelas, tapi juga langsung di lapangan, melalui aktivitas yang membentuk karakter, kreativitas, dan jiwa sosial,” ujarnya.
Sanggar Tari “Sekar Langit” saat ini telah memasuki tahap soft launching, dengan berbagai kegiatan awal seperti pelatihan dasar tari, seleksi peserta anak-anak, serta penataan jadwal dan program mingguan. Grand launching dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir Agustus hingga awal September 2025, sebagai penanda dimulainya kegiatan secara penuh dan terbuka untuk umum. Dengan berdirinya sanggar ini, Prodi PIAUD UNIIB berharap dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus mencetak generasi pendidik yang mampu membawa nilai-nilai budaya ke dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Sebagai informasi, para pelatih tari merupakan anggota mahasiswa aktif yg sudah beberapa kali memenangkan juara 1 tari nasional, maka tidak perlu diragukan akan keprofesionalan kemampuan para pelatih itu sendiri.
