MENEMBUS PASAR DUNIA MELALUI MEDIA SOSIAL
BANYUWANGI – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Peran Digital Marketing untuk UMKM Go Global melalui Media Sosial dan E-Commerce”, dengan menghadirkan dua narasumber utama: Halimin Herjanto, Ph.D, Assistant Professor of Marketing dari University of the Incarnate Word, San Antonio, Texas, USA, dan Dr. Habibulloh, S.E.Sy., M.E., Dekan FEBI UNIIB. Kegiatan ini dimoderatori oleh Afrila Mu’arrofah, M.E., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Isllam UNIIB dan diikuti oleh mahasiswa FEBI dari semester 2 hingga 8. Acara ini dilaksanakan pada sabtu, (31/5/25) yang bertempat di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

Wakil Rektor I, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd., membuka acara dengan harapan agar seminar ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam memahami perkembangan ekonomi digital. “Acara ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter kewirausahaan berbasis nilai,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Halimin Herjanto, Ph.D menyampaikan tren global penggunaan media sosial dan strategi pemasaran digital yang efektif. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 5,4 miliar orang di dunia—setara dengan 64% populasi global—menggunakan media sosial, dengan durasi rata-rata 2 jam 30 menit per hari. Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dalam hal jumlah pengguna, yang menandakan peluang besar bagi UMKM lokal untuk menjangkau pasar global melalui platform digital.

Ia juga memaparkan empat strategi utama dalam pemasaran digital:
- Menyederhanakan upaya pemasaran dengan pendekatan berbasis data,
- Meningkatkan return on investment (ROI),
- Membangun kepercayaan terhadap merek (brand trust),
- Beradaptasi dengan tren dan perilaku pasar.
Halimin Herjanto, Ph.D turut menekankan pentingnya memahami target audiens melalui data demografis dan psikografis agar strategi pemasaran lebih tepat sasaran. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan passion sebagai fondasi dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Habibulloh, S.E.Sy., M.E., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sekaligus narasumber 2 menjelaskan penekanan pada aspek etika dan prinsip syariah dalam bisnis digital. Dalam pandangannya, digitalisasi dan globalisasi harus tetap dikelola dalam kerangka nilai-nilai Islam.
“Digital marketing dan e-commerce adalah alat dan kita wajib memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis kita tetap berada dalam koridor syariah, seperti kejujuran, keadilan, keterbukaan informasi, serta bebas dari unsur gharar, riba, dan penipuan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak hanya diukur dari aspek keuntungan finansial, tetapi juga dari keberkahan dan manfaat sosial. “UMKM yang berlandaskan nilai-nilai Islam akan lebih tahan terhadap krisis dan mampu membangun kepercayaan jangka panjang di mata konsumen global,” imbuhnya.

Dalam sesi diskusi, Halimin Herjanto, Ph.D menyampaikan pesan kuat:
“Sebagai entrepreneur, kita harus mampu menciptakan sesuatu. Jangan hanya bertanya apa yang negara berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang bisa kita berikan untuk negara” pungkasnya kepada mahasiswa FEBI sekaligus peserta acara.
Ia juga menegaskan bahwa fasilitas di Indonesia secara umum sudah setara dengan negara maju seperti Amerika, sehingga perbedaan utama justru terletak pada sikap dan cara berpikir pelaku usahanya.
Ketua panitia, Muh. Khoiruddin, M.E, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas akademik dan wawasan global mahasiswa FEBI. “Kami ingin agar mahasiswa tidak hanya cakap secara teori, tapi juga siap bersaing di era ekonomi digital dengan tetap memegang teguh nilai-nilai syariah,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FEBI UNIIB dalam menyinergikan ilmu ekonomi, teknologi, dan nilai Islam untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan beretika.
Sumber: HUMAS UNIIB.
