KHOFIFAH HADIRI KONFERWIL IPNU DAN RAPIMWIL IPPNU DI BANYUWANGI

Konferwil XXII IPNU dan Rapimwil IPPNU Jawa Timur (Jatim), menjadi sangat spesial. Pasalnya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih, Khofifah Indar Parawansa, hadir dalam acara yang diselenggarakan di IAI Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi. Dalam sambutabnya, Khofifah menyampaikan untuk menjadi seorang kader militam, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus memiliki etos dan jaringan yang kuat sehingga dapat diandalkan kemudian hari. Untuk itu, harus ada perubahan pada pola kaderisasinya. “Perubahan itu agar menjadi kader IPNU dan IPPNU yang fighters dan bisa menjadi bagian dari kawah candradimuka NU,” ungkapnya. Hal itu diungkapkan oleh mantan menteri sosial tersebut karena, pada dasarnya militansi NU sangat bergantung pada dua badan otonom NU tersebut. “Saya rasa ke depan, harus ada pembenahan kurikulum kaderisasi IPNU-IPPNU,” katanya. Khofifah juga ingin, ke depan agar para penyuplai kader di PBNU adalah mereka yang sebelumnya dikader di IPNU. Sebagai solusi, Khofifah mengajak semua kalangan untuk membedah ulang kurikulum kaderisasi yang berlaku. Dan untuk dapat melahirkan sosok fighter tersebut, ada baiknya mendatangkan para pakar untuk membedah ulang kurikulum kaderisasi yang ada. Agar ke depan akan lahir speaker NU, speaker Ahlussunnah wal jamaah serta speaker Islam rahmatan lil alamin dari IPNU dan IPPNU. “Karena bagaimanapun, seluruh tenaga yang memiliki kompetensi tersebut harus terus tetap dikawal,” pungkas Khofifah Indar Parawansa. (times_banyuwangi)

Kembali ke Atas