Gelar Pembekalan PKL, Dekan FEBI: Berjejaringlah!
BANYUWANGI – Setelah beberapa tahun duduk di ruang kuliah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) segera menghadapi lingkungan baru. Harapan itu mengawali Acara Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) FEBI UNIIB yang digelar di Meeting Room pada Selasa (27/10/2026), disertai doa agar seluruh peserta diberi kelancaran.
Pembekalan oleh Ketua LPPM UNIIB, M. Amir Mahmud,MA. ini diikuti 15 kelompok, yang terdiri dari 43 mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah semester 7. Mereka akan diterjunkan mulai 2 November 2026 hingga 7 Januari 2027, dengan masa PKL 41 hari efektif.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UNIIB, Dr. Habibulloh, SE.Sy., M.E., menyampaikan bahwa PKL adalah pengalaman pertama bagi sebagian besar mahasiswa untuk merasakan suasana kerja yang sesungguhnya.
“Mungkin mahasiswa-mahasiswa ini sudah lama di kelas, nanti akan merasakan dunia kerja,” katanya.
Dekan lalu mengingatkan bahwa bekal pertama di lapangan adalah sikap. Menurutnya, profesionalisme dan integritas bisa diwujudkan lewat hal-hal sederhana, seperti disiplin waktu, berpakaian sopan, dan bersepatu. Ia juga menekankan bahwa aturan di setiap tempat PKL bisa berbeda, sehingga mahasiswa harus menyesuaikan diri.
“Jaga profesionalisme dan integritas saudara. Dalam bentuk, misalnya, datang tepat waktu. Kemungkinan di setiap tempat PKL masuknya beda-beda. Berpakaian dengan sopan. Bersepatu. Intinya disesuaikan dengan tempat PKL,” ujar pria dari ujung barat Banyuwangi tersebut.
Selain sikap, mahasiswa diminta aktif menimba pengetahuan dari tempat PKL masing-masing. Dekan memakai perumpamaan spon untuk menggambarkan semangat belajar yang diharapkan.
“Lalu, seraplah ilmu-ilmu yang ada di sana. Selayaknya spon, menyerap setiap air manfaat yang ada di sana,” tambahnya.
Pesan terakhir sekaligus yang paling strategis adalah soal jejaring. Dekan mengingatkan bahwa PKL bukan hanya ajang praktik, tetapi juga kesempatan bertemu orang-orang baru. Relasi yang dibangun tidak boleh berhenti sebatas saling kenal, karena bisa menjadi jalan masuk ke dunia profesional. Ia mencontohkan kemungkinan mahasiswa diterima bekerja di tempat PKL karena pergaulan yang baik, sikap yang sopan, dan kapasitas yang sesuai.
“Terakhir, ini menjadi peluang untuk mengenal orang baru. Maka, berjejaringlah. Tidak sekadar menjadi relasi individual, kenal-kenal saja. Tapi, juga berpotensi menjadi relasi untuk mengantarkan kalian pada ranah profesional. Misalnya, diterima kerja di sana, karena mudah bergaul, sopan, dan punya kapasitas yang sesuai,” tegasnya.
Pesan ini saling berkaitan. Disiplin dan kesopanan membangun kepercayaan, semangat menyerap ilmu membentuk kapasitas, dan jejaring menjadi jembatan yang mempertemukan keduanya dengan peluang karier. Dalam 41 hari ke depan, tempat PKL bisa menjadi titik awal perjalanan profesional mahasiswa FEBI UNIIB.
Pewarta: Muhammad Sholeh Muria
