GENCARKAN PMB, UNIIB GELAR KONSOLIDASI ALUMNI

BANYUWANGI – Senin siang (20/4/26) Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) melakukan konsolidasi bersama alumni yang berdomisili di Kecamatan Kabat, Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, Singojuruh dan Songgon. Pertemuan yang digelar di Wong Osing Cafe n Resto (Rogojampi) ini menjadi langkah taktis panitia dalam mensukseskan penjaringan calon mahasiswa baru (CAMABA).

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas UNIIB sebagai segmen kampus yang memiliki tugas khusus dalam penjaringan CAMABA, sebelumnya telah melakukan konsolidasi ini di tiga titik, yakni Genteng, Muncar dan Siliragung. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Kepala Humas UNIIB dalam pengantar menyebutkan tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturahim dan komunikasi dalam men-sosialisasikan PMB UNIIB.

“Kami tersanjung dapat mengumpulkan alumni yang berdomisili di Rogojampi dan sekitarnya ini. Di mana kita berkumpul di sini bertujuan untuk bersilaturahim dan merapatkan barisan dalam menggencarkan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi,” terang Bapak Syamsul.

PENGANTAR: Kepala UPT Humas UNIIB saat memberikan prolog diskusi.

Kepala UPT Humas UNIIB yang juga alumni Ibrahimy ini merasa senang apabila para alumni berkumpul dalam satu meja. Tidak sekadar memantik nostalgia, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memikirkan kampus agar lebih maju lagi.

“Para alumni lintas generasi ini ternyata menemui takdir baiknya masing-masing. Banyak yang sudah masuk di lini strategis. Dan hal ini pada akhirnya menjadikan taraf hidup setiap alumni meningkat. Namun, daripada itu, agaknya kita juga mencoba menengok kembali kampus kita tercinta. Ibrahimy yang dulu kita banggakan, mari kita wujudkan rasa bangga itu dengan men-sosialisasikan PMB,” lanjutnya.

Wakil Rektor III, Dr. Kurniyatul Faizah, M.Pd. yang tidak lain juga merupakan alumni UNIIB di masa masih berbentuk STAI menyampaikan rasa terimakasihnya kepada segenap alumni yang hadir. Ibu Kurniya juga menyebut, sebagai forum silaturahim, pertemuan ini sangat potensial untuk dapat melahirkan strategi-strategi yang efektif berikut relevan dalam menjaring CAMABA.

“Dari forum silaturahim kecil-kecilan ini, menunjukkan bahwa alumni sebagai bagian dari keluarga besar Ibrahimy, sama-sama memiliki itikad baik dalam memajukan kampus. Lebih-lebih, simpul alumni yang senantiasa terjalin ini, saya rasa menjadi kesempatan yang baik untuk menyusun strategi ke depan. Agar UNIIB tidak hanya dikenal di Banyuwangi, tetapi juga di daerah yang lain,” tutur Ibu Kurniya.

BERTUTUR: Saat Wakil Rektor III UNIIB menyapa hangat alumni.

Dihadiri belasan alumni lintas generasi, pertemuan ini menjadi forum dialog untuk saling berbagi cerita dan bahkan laporan terkait kondisi masyarakat di masing-masing kecamatan alumni tinggal. Pandangan mengenai sosio-kultur secara lokal kecamatan ataupun realitas universal keadaan pelajar dan pandangannya terhadap dunia perkuliahan ketat diperbincangkan. Mulai dari kecenderungan ingin cepat bekerja, hingga ke-praktisan kuliah karena sudah bekerja, seperti kampus-kampus yang membuka kelas karyawan ataupun kuliah jauh (online).

Setelah empat dekade pasca didirikan, wajah UNIIB yang sarat religiusitas Keislaman menjadi hal yang penting untuk ditunjukkan kepada publik. Sebagaimana Bapak Husein, salah seorang alumni, yang menitikberatkan strateginya terhadap kejelasan karakteristik Ibrahimy saat sesi diskusi berlangsung.

“Saya rasa, hal yang urgen itu adalah mempertegas wajah UNIIB. Di mana kebanyakan orang tua merasa lebih aman saat anak mereka mengenyam pendidikan tinggi yang masih mengandung unsur pesantren,” terang Bapak Husein.

WAJAH UNIIB: Bapak Husein, salah seorang alumni UNIIB tahun 2007 saat memberikan pandangan terkait karakter kampus.

Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari Hari Purnomo, M.E., dosen UNIIB yang juga masuk dalam panitia PMB. Menurutnya, ketegasan yang dibangun tidak sampai menimbulkan sektarianisme. Karena hari ini, di UNIIB juga ada mahasiswa yang non-muslim.

“Menurut saya, wajah UNIIB yang inklusif juga perlu dijaga. Hal ini dilakukan agar kampus tidak terkotak. Banyak kampus-kampus besar di luar Banyuwangi, padahal berbasis Islam, punya mahasiswa yang non muslim juga. Jadi, inklusivitas ini menjadikan UNIIB memiliki wajah yang terbuka bagi non-muslim,” kata Bapak Hari.

KARAKTERISTIK UNIIB: Bapak Hari Purnomo saat memberikan pandangannya mengenai inklusivitas UNIIB bagi non-muslim.

Diskusi yang dimoderatori oleh Ansari, S.Sy., M.H. ini berlangsung hingga sore hari. Banyak hal yang dibahas menjadi masukan, saran sekaligus pencerahan bagi jalan strategi PMB UNIIB yang lebih baik ke depannya. Diakhiri dengan closing statement dari Wakil Rektor III, Ibu Kurniya meminta agar alumni senantiasa memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Saya harap, dari pertemuan ini, kita dapat memahami bahwa segmen alumni bagi keberlangsungan PMB di Ibrahimy sangat krusial. Sehingga, kami meminta kepada segenap alumni yang hadir agar bisa menindaklanjuti apa yang sudah panitia PMB lakukan di akar rumput. Baik secara individual maupun kolektif, sesuai kapasitas masing-masing alumni,” pungkas Ibu Kurniya.

Kembali ke Atas