20 MAHASISWA UNIIB BERPERAN SUKSESKAN PONDOK RAMADHAN MAN 2 BANYUWANGI

BANYUWANGI — Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) ikuti kegiatan penutupan Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh MAN 2 Banyuwangi. Kegiatan penutupan ini resmi diselenggarakan pada, Kamis (26/2/26), dan bertempat di Aula MAN 2 Banyuwangi.  UNIIB kirimkan sebanyak 20 mahasiswa untuk jadi pemateri dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Februari 2026.

SINERGI: Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., dalam sambutan.

Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I., dalam sambutannya sampaikan terima kasih kepada pihak madrasah atas kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan selama empat hari.

Ia tegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antar lembaga pendidikan dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa. Pihaknya berharap kerja sama yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti melalui program-program kolaboratif lainnya di masa mendatang,

“Kegiatan ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi yang tidak lain kita bersama mencerdaskan anak bangsa. Harapannya menjadikan ilmu yang barokah, dan kami berharap kerjasama ini bisa ditindak lanjuti dengan kerjasama yang lain,” Tegasnya dalam sambutan.

PENYAMPAIAN: Kepala Madrasah MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag., dalam sambutan.

Kepala Madrasah MAN 2 Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Ag., sampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UNIIB dalam mendukung pelaksanaan Pondok Ramadhan,

“Kami berterimakasih kepada civitas akademika UNIIB yang telah nyata memberikan kontribusi besar atas terlaksananya pondok romadhon,” terangnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan kerja sama yang bersifat simbiosis mutualisme. Menurutnya, transformasi Ibrahimy menjadi universitas membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga bidang-bidang strategis lainnya. Pihak madrasah pun membuka ruang diskusi melalui forum group discussion (FGD) sebagai langkah konkret penguatan kerjasama.

Kegiatan Pondok Ramadhan ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka menilai penyampaian materi oleh mahasiswa berlangsung komunikatif, sabar, dan tidak membosankan karena disertai pendekatan praktik serta aktivitas penyegaran suasana (ice breaking).

Melalui kegiatan ini, diharapkan kerjasama antara UNIIB dan MAN 2 Banyuwangi semakin kokoh serta memberikan dampak konstruktif bagi penguatan pendidikan karakter dan keagamaan peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan secara langsung oleh Aang Kunaifi selaku koordinator dari UNIIB, dengan melibatkan mahasiswa dalam peran pemateri kegiatan tersebut. Dalam wawancaranya, ia sampaikan harapannya kolaborasi antara UNIIB dan MAN 2 Banyuwangi semakin kokoh,

“Semoga kolaborasi ini bisa terus terjaga untuk tahun tahun berikutnya. siapapun kordinatornya dan lembaga apapun yang menaungi semoga kedepannya hubungan UNIIB dengan MAN 2 BWI bisa lebih baik lagi,” ucap pria yang kerap disapa Aang.

Momentum penutupan berlangsung khidmat dan penuh apresiasi. Pada kesempatan tersebut, pihak MAN 2 Banyuwangi memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa UNIIB sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi selama kegiatan berlangsung.

Adapun penerima penghargaan tersebut yakni:

  • Pemateri Terfavorit: Nayla Nimatus Salsabila
  • Pemateri Termotivator: Miftahul Arifin
  • Pemateri Terbaik: Khoirul Anwar

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian dan respons siswa selama kegiatan Pondok Ramadhan berlangsung.

Salah satu penerima penghargaan, Khoirul Anwar selaku Pemateri Terbaik, turut sampaikan kesan dan pesannya,

“Alhamdulillah selama empat hari kami menjalankan Pondok Ramadhan di MAN 2 Banyuwangi, banyak sekali pengalaman baru yang bisa dijadikan bahan pembelajaran. Tentunya kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga MAN 2 Banyuwangi yang sudah menganggap kami sebagai bagian dari keluarga antar lembaga,” ungkapnya saat diwawancarai.

Kembali ke Atas