UNIIB FOKUS TINGKATKAN SDM
BANYUWANGI – Liburan semester gasal sudah hampir usai. Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi pada Sabtu (14/2/26) pagi menjadi ruang yang riuh. Seluruh dosen UNIIB berkumpul dalam forum Rapat Pembagian Jadwal Mengajar Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam forum yang digelar setiap semester ini, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I. memberikan sambutan yang cukup tegas. Katanya, SDM dibangun melalui proses, tidak dapat disiasati.
“Proses lektorisasi harus berjalan. Karena ini bagian dari peningkatan SDM yang dikehendaki oleh regulasi. Dan ke depan, semua dosen harus didorong untuk meningkatkan jabatan akademiknya,” tegasnya.
Peningkatan SDM yang secara regulatif ini dilakukan dengan pengerjaan Beban Kerja Dosen (BKD) yang optimal. Dalam proyeksi, Rektor menyampaikan bahwa BKD pada nantinya akan dipusatkan di fakultas masing-masing.
“Nanti aka nada verifikator, yakni Kaprodi, dan validatornya adalah Dekan fakultas. Jadi, BKD menjadi lebih terpusat. Ini adalah bentuk ikhtiar pimpinan untuk menata SDM kita. Sebab, ini tidak dapat disiasati. Jadi, harus dibuatkan instrument agar lebih efektif,” imbuh alumni Pondok “Sukorejo” itu.
Selain penegasan, Rektor asal Rogojampi ini juga memberikan kabar gembira. Menurutnya, dosen tidak sekadar menerima gaji saja. tetapi, harus ada insentif khidmat.
“Dan terkait dengan kesejahteraan, kami para pimpinan ingin memberikan apresiasi terhadap capaian-capaian yang diraih dosen-dosen. Jadi, kalau istilah di institusi lainnya ada TUKIN. Di sini, kita ingin dosen tidak hanya mendapatkan gaji saja, tetapi ada yang namanya insentif khidmat, sebagai apresiasi atas capaian dalam menjadi dosen,” pungkasnya.
Sebelum dimulai pembagian jadwal mengajar, anggota pengurus Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Ibrahimy, H. Choirul Anam, mewakili Ketua Yayasan, menyatakan bahwa kemajuan kampus ini bukan karena yayasannya.
“Perlu kita pahami bahwa yang dapat membawa kampus ini lebih maju ya pimpinannya. Bukan yayasannya. Tidak ada hubungannya antara kemajuan dengan pimpinan,” katanya.
Pak Haji Anam, sapaannya, ingin memberitahu kepada seluruh dosen bahwa yang menjadi tonggak kemajuan UNIIB adalah para pimpinannya. Ini membawa arti bahwa tongkat estafet kepemimpinan Rektor adalah kunci bagi semakin meningkatnya kualitas UNIIB.
“Ibrahimy yang sudah berdiri sejak 1984, mulai jadi SIT, hingga sekarang Universitas, ini bukti bahwa kemajuan kampus ini terjadi karena kepemimpinan dari rektor ke rektor selanjutnya. Kita tidak bisa memungkiri ini dan kita harus berterimakasih kepada rektor-rektor terdahulu,” tambahnya.
Seremonial ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Drs. Imam Tauhid, M.Pd. dan dilanjutkan dengan pembagian jadwal mengajar serta sosialisasi oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I. dan operator SIAKAD, Saiful Ahmad. (*)
