MoU DENGAN INAISTA, PROYEKSIKAN BUKA KELAS PASCASARJANA DI BONDOWOSO
BANYUWANGI – Rektor Institut Agama Islam Togo Ambasari Bondowoso (INAISTA) bersama jajaran strukturalnya berkunjung ke Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) dalam rangka Studi Banding. Kunjungan yang diselenggarakan di Meeting Room UNIIB pada Kamis (5/2/2026) siang ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar serta berbagi pikiran mengenai manajemen perguruan tinggi.
Siang ini, Rektor UNIIB, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.H.I. memberikan ucapan selamat datang kepada rombongan INAISTA. Dalam penyambutannya, Pak Lukman, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa Rektor INAISTA masih satu almamater, yakni sama-sama santri PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Pak Lukman juga menyatakan bahwa UNIIB tidak dapat tercerabut dari Sukorejo. Sebab, secara historis, embrio Kampus Islam pertama di Banyuwangi ini mendapat fasilitasi dari Universitas Ibrahimy Sukorejo saat itu.


“Ibrahimy Banyuwangi tidak mungkin terlepas dari Sukorejo. Maka, perubahan bentuk mulai dari Sekolah Tinggi Islam sampai menjadi Universitas Islam, tetap menyematkan nama Ibrahimy,” ujar alumni Pondok Sukorejo itu.
Meski menjadi perguruan tinggi Islam pertama di tanah Blambangan, UNIIB tidak dapat terlepas dari dinamika yang ada. Fluktuasi perkembangan kampus ini menjadi sebuah keniscayaan. Sebagaimana kata Pak Lukman, bahwa yang dilakukan hari ini adalah transformasi.
“Yang terdahulu itu paling utama, meskipun yang masa kini lebih baik. Sehingga, kepemimpinan kampus ini dilaksanakan dengan orientasi tranformatif. Dan perkembangan pasang-surut yang dialami UNIIB ini menjadi sebuah keniscayaan dari dinamika yang ada,” tambahnya.
Sebagai forum Studi Banding, Pak Lukman juga menyatakan bahwa silaturahim akademik ini menjadi kesempatan untuk sharing dalam hal pengelolaan perguruan tinggi. Dalam bentuk candaan, ia juga menawarkan untuk dibuka Cabang Pascasarjana UNIIB di INAISTA.
“Ya tentunya, tujuan forum ini kan sharing-sharing. Namanya ilmu, walaupun dibagikan, ya tidak akan berkurang. Dan barangkali, termasuk dalam menjalin kerjasama, di sana kan bisa dibuka S2-nya UNIIB,” pungkas Rektor, disambut tawa hadirin.

Rektor Institut Agama Islam Togo Ambasari Bondowoso, Dr. KH. Miftahus Surur, SE.Sy., M.H. memberikan ucapan terimakasih atas penyambutan yang dilakukan oleh UNIIB. Dalam sambutannya, alumni Pondok Sukorejo ini menuturkan maksud dari kunjungannya bersama rombongan, yakni untuk belajar mengelola institusi, serta menjelaskan alasan penamaan institute yang dipimpinnya.

“Kami ke sini pun mendapat rekomendasi, sebab Rektor UNIIB masih satu almamater. Dan kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar mengelola institut. Sebelumnya, kampus kami bernama Sekolah Tinggi Ilmi Tarbiyah (STIT) Togo Ambasari, dan kini beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam Togo Ambasari, yang mana nama Toga merupakan kakeh kami, yang memang seorang tokoh di sana,” jelasnya. Pertemuan dua kampus Islam yang dihadiri oleh masing-masing jajaran struktural ini juga dijalin dan diperkuat dengan MoU, yang mana salah satu proyeksi realisasinya seperti yang disinggung oleh Rektor UNIIB di atas, yakni dibukanya kelas Pascasarjana UNIIB di INAISTA. Selepas seremonial selesai, sesi acara beralih ke Wakil Rektor I, Dr. H. Ahmad Aziz Fanani, M.Pd.I. untuk memberikan pemaparan mengenai manajemen kampus dan dilanjutkan dengan dialog interaktif. (*)
