DEMA-U KUPAS PSIKOLOGI DALAM SEMINAR NASIONAL

BANYUWANGI – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (DEMA-U) sukses adakan Seminar Nasional bertema “Memahami Psikologi di Balik Tindakan Menyalahkan Orang Lain dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental” dengan menghadirkan narasumber ahli dalam bidangnya, Dhea Dana Mariska, M.Psi, Psikolog, CSHNT, CHTH, CNLPTH, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, yang terlaksana pada Senin pagi (22/12/25) di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB.

MEMAPARKAN: Dhea Dana Mariska, M.Psi, Psikolog, CSHNT, CHTH, CNLPTH, dalam forum.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan mental, khususnya terkait perilaku menyalahkan orang lain yang kerap dianggap sepele.

PEGANG MIC: Ketua panitia, Siti Nur Rohmah, dalam sambutan.

Ketua panitia, Siti Nur Rohmah, yang kerap disapa Rohmah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebiasaan menyalahkan orang lain sering kali menjadi bentuk perlindungan diri. Ia mengibaratkan fenomena tersebut sebagai “cermin retak realita”, di mana seseorang berusaha melindungi dirinya dengan mengalihkan kesalahan kepada pihak lain. Melalui seminar ini, panitia berharap peserta dapat memperbarui pengetahuan dan cara pandang mereka terhadap psikologi kesehatan mental.

SAMBUTAN: Mahasiswa, Aang Khunaifi di atas poodium.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa, Aang Khunaifi yang sekaligus membuka acara menegaskan bahwa,

“perilaku menyalahkan orang lain tidak selalu berdampak baik. Bahkan, dalam banyak kasus, sikap tersebut dapat menyakiti orang lain dan memperburuk hubungan sosial” ujar pria yang kerap disapa Aang.

Ia berharap seminar nasional ini menjadi wadah refleksi dan peningkatan kesadaran, terutama bagi mahasiswa agar memiliki wawasan yang luas dan sikap yang lebih bijak dalam menyikapi persoalan psikologis.

Materi seminar disampaikan dengan metode interaktif yang diawali dengan kegiatan penggugah semangat peserta. Pemateri mengajak peserta bertepuk tangan dengan yel-yel sederhana untuk memancing refleksi diri, dilanjutkan dengan contoh konflik sehari-hari, seperti tugas kelompok yang belum selesai dan pertanyaan sederhana, “Kira-kira salah siapa?”

Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa mengakui kesalahan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian dan kematangan sosial. Peserta diajak untuk merenungkan pertanyaan, “Pernahkah kita merasa ini salah dia?” serta pentingnya mengevaluasi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Secara psikologis, menyalahkan orang lain diartikan sebagai upaya mengalihkan tanggung jawab atas kesalahan atau emosi negatif kepada pihak lain. Perilaku ini sering muncul sebagai mekanisme perlindungan diri untuk menghindari rasa malu dan perasaan tidak aman. Pemateri juga menjelaskan perbedaan antara hal yang dapat dikendalikan, seperti emosi diri, dan hal yang tidak dapat dikendalikan, seperti penilaian orang lain.

Lebih lanjut, disampaikan pula dampak menyalahkan orang lain terhadap kesehatan mental, di antaranya stres, mudah marah, hubungan sosial yang tidak sehat, rendahnya kesadaran diri, hingga perasaan tidak memiliki arti dalam hidup.

Kembali ke Atas