HMPS PGMI GELAR PELATIHAN MONTESSORI
BANYUWANGI — Menjelang masa khidmat berakhir, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi menyelenggarakan peningkatan kapasitas berbasis metode pembelajaran, yakni Pelatihan Montessori, pada Sabtu siang (13/12/25).
Pelatihan yang digelar di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin UNIIB ini diikuti 30 peserta, di antaranya dari internal mahasiswa PGMI dan juga guru-guru dari eskternal. Fajar Nur Syamsu, Ketua Panitia dalam kegiatan ini menjelaskan ringkas mengenai metode Montessori ini.

“Metode ini diprakarsai oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter wanita pertama di Italia. Metode Montessori sendiri, jika boleh saya jelaskan sekilas, merupakan metode yang mendorong kemandirian, kepercayaan diri, dan berfokus pada pengembangan individual dan kecepatan belajar anak yang unik,” jelas Fajar dalam sambutannya.
Adapun narasumber dalam pelatihan ini adalah Zidniyati, S.S., M.Pd. yang tidak lain merupakan Wakil Rektor II UNIIB. Akid Waliyudin, Ketua HMPS PGMI, menuturkan bahwa metode Montessori ini sangat jarang ditemukan penerapannya di Banyuwangi, dan lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Ibu Zidniyati merupakan salah satu yang menerapkan metode ini.
“Saya tidak menemukan lembaga pendidikan yang menerapkan metode ini. Yang saya ketahui ya hanya di SD Tabita Puri, di mana Bu Zidni menjadi pendidik. Dan di sini, kita tidak hanya menerima teorinya saja. Kita juga akan mempraktekkan metode yang nanti dipaparkan oleh Bu Zidni,” terang Akid.


HMPS sebagai sub sentral pengembangan kapasitas mahasiswa PGMI, di samping proses studi, kegiatan pelatihan ini menjadi ruang belajar dan refleksi tentang bagaimana menjadi pendidik.
“Ya, kita perlu merefleksikan seharusnya bagaimanakah menjadi seorang mahasiswa, menjadi bagian dari organisasi mahasiswa dan lebih-lebih juga tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pendidik,” tambahnya.
Akid juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pungkasan program HMPS PGMI, sebab antara akhir tahun atau awal tahun ini, Musyawarah Mahasiswa sudah digelar.
“Program ini merupakan program terakhir dari rangkaian programnya HMPS. Dan program ini juga menjadi nilai tersendiri bagi mahasiswa. Sebab, akan ada khas atau perbedaan antara lulusan PGMI dari UNIIB dengan dari kampus yang lain,” tandasnya dalam sambutan.
Fawaid Abdullah Abbas, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UNIIB, memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus HMPS PGMI yang selalu menggelar program produktif yang berorientasi pada peningkatan kapasitas.
“Untuk setiap program yang dilaksanakan oleh HMPS PGMI yang dinakhodai oleh Mas Akid ini, saya ucapkan apresiasi sebesar-besarnya. Dengan program-program itu, mahasiswa PGMI yang menerima pengetahuan dari kelas, juga memiliki ruang tumbuhnya di luar kelas,” ujar Fawaid.

Forum yang tidak hanya berisi kursi audiens, melainkan juga media untuk penerapan metodenya Montessori ini benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi peserta pelatihan. Setelah seremonial selesai yang ditutup dengan doa, Ibu Zidniyati melakukan pre test kepada seluruh peserta.
